Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2008

Imunisasi IPD

Sebetulnya Vito ada jadwal imunisasi IPD itu dari bln April kmrn..dan Hari ini sbtulnya jadwalnya adalah imunisasi..aduh..apa tadi ya..lupa..hehehe..ntar diliat lg deh bukunya..(huu..gmn sih ya..)
Trus, krn dibulan April itu lg banyaaak banget kebutuhan (ada-ada aja deh pokonya).. Kita jg masih maju mundur soal penting atw nggaknya si IPD ituw...(secara..mahal juga bow...klo di klinik tmp dokternya vito sekitar 800rb-an deh...). Akhirnya td tanya sama dr. Jianne. Tikoalu spA (ini dokter pegangannya vito dr lahir..jadi kemana aja di praktek, selalu ngikut...udah 3x ni dokternya pindah RS..ngikut terus...hehehe..). Mnrt dr. Jianne, mmg ini bukan imunisasi wajib, makanya juga gak disubsidi pemerintah (pantes mahal bangeeet kan). Tapi..mengingat Indonesia adalah negar berkembang..dimana banyak bertebaran bakteri (yg kadang anah2 banget), so ini lmyn disarankan jg....Ya dengan pertimbangan klo kesehatan itu jauuh lebih penting..merem aja deh kluar uang sgitu..Toh, resikonya lebih pait kan klo andai kata kena penyakitnya (ih..amit2 si..tapi..mudah2an jangan sampe deh...serem...). Krn Vito udah 3th..jadi cukup sekali aja.....

Ni..gw copy-in artikel dari mother and baby ya...Mudah2an bisa dijadiin referensi...

munisasi IPD, Apa Manfaatnya? PDF Print E-mail
Written by IKA ASRIYANI
Thursday, 05 July 2007
IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). “Dari 90 tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan menyerang anak-anak,” kata Dr. Alan Roland Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang diadakan bulan Februari 2007 lalu.

Penyakit apa saja yang disebabkannya?

Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di dalam tubuh, seperti:

  • Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput otak (meningitis).

  • Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru (pneumonia).

  • Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah (sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh.

  • Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang telinga bagian tengah (otitis media akut).

Apa Bedanya Dengan HiB?

Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? “Yang beda adalah kumannya,” kata Dr. Alan. “Hib disebabkan oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu - sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus. Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, lebih ‘jahat’ daripada yang disebabkan oleh Hib.”

Apa Gejalanya?

  • Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam, rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis, lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita, gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, mual, bingung/disorientasi.

  • Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam, sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di perut dengan atau tanpa muntah.

  • Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status mental.

  • Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk: Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan bintik merah, kulit terasa panas atau seperti terbakar.

Bagaimana cara kuman ini menyebar?

Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui udara dan percikan ludah, terutama di kondisi keramaian seperti hunian yang padat dan tempat penitipan anak (TPA) atau playgroup. Saat pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga menyebar dengan cepat. Kuman yang sudah masuk ke dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya.

Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak?

Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7), yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit akibat kuman pneumokokus. Vaksin ini merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti (antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus membunuh kuman pneumokokus.

Pada studi klinis, reaksi umum dari imunisasi IPD yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan (>38 derajat Celcius), rewel, mengantuk (drowsiness), tidak bisa tidur, berkurangnya nafsu makan, muntah, diare dan kemerahan (rash) pada kulit. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis vaksin. Dokter sangat menganjurkan agar setelah melakukan imunisasi (apapun), Anda tidak langsung pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi vaksin.

Berapa kali imunisasi dIberikan?

Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada usia 2, 4, 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan dokter anak. Jika Anda terlambat melakukan imunisasi, Anda tak perlu mengulangnya dari awal dan bisa langsung melanjutkannya. Seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.




Kamis, 08 Mei 2008

PMS

Weitss....Jangan kaget yak..Judul diatas beneran kok...Gw mmg lg mo ngebahas PMS alias Premenstrual Syndrome. Ngutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_pramenstruasi :

"Sindrom pramenstruasi (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Pada sekitar 14 persen perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pramenstruasi dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya.
Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome)."


Gw tertarik aja utk ngebahas ini..karna gak tau kenapa ya....klo lagi PMS itu bawaannya kok ya super duper bete banget...Semua jadi serba salah aja...Kadang mo marah2 tanpa tau alesannya..Bisa juga yg tiba2 sedih banget dan ngerasa mo nangis tp gak tau kenapa..
Belom timbul rasa males, yg jadi gak semangat mo ngapa2in...ditambah perut yg melilit, pusing...plus sariawan..hihi..iya nggak tau knapa tuh..
Ini sbnrnya udah sering gw rasain dari jaman SMP-SMA gitu deh....Klo udah sakit perut...uh...bisa jerit2 gak jelas dirumah..sampe Mamah kebingungan..Krn anehnya tuh Mamah dan adik gw gak pernah ngalamin kyk gt.. Palingan pegel2 dan sakit pinggang katanya....
Tp yg perkara BeTe ituh....Kyknya baru2 pas sekarang2 ini deh ngerasain.. Apa krn jaman SMA dulu tuh hidup tuh hapy2 aja yah kyknya (yah, namanya anak SMA, apaan sih yg dipikirin..palingan juga mikirin pacar..keqkeqkeq).
Beda ma sekarang ya...beban idup dah tambah banyak..belom masalah2 laen ygs silih berganti datengnya....Apa iya itu pemicunya ya...krn klo lg PMS kan hormon katanya lg gak stabil..plus bonus 'pikiran'. Stress, BeTe dan depresi deh jadinya..... Dooh, segitunya amat ya....

"Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita."

Kyk kemaren ni...seminggu menjelang datengnya si 'tamu bulanan'...gw tuh yg gak semangat banget deh ngapa2in...seminggu itu jarang nyuci, ngepel aja seinget gw cuma sekali deh dalem 1mgg itu (hihi..jorok ya)..Boro2 deh mo masak.....Belii aja...Trus maunya tuh dikamar...matiin lampu....tapi gak tidur....gak ngapa2in juga....diem aja gitu..Klo udah kluar kamar tuh soalnya bawaannya kok jadi *nyolot mode on*...Apalagi klo Vito dah bikin ulah..aduuuuuh......
Eh, pas udah 'keluar'...Ilang aja gitu tiba2...Langsung semangat lagi ngurus rumah, ngajak maen vito, masak...Aneh yak...Ada yg punya pengalaman sama tak?

Klo ada, Nih..ada resep DIET TEPAT MENCEGAH PMS:

  • Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi & kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  • Kurangi rokok atau berhenti merokok.
  • Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
  • Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
  • Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
  • Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
  • Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
  • Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
  • Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).
  • Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS:
    * Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
    * Menghindari dan mengatasi stres.
    * Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dpt meningkatkan risiko menderita PMS.
    * Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
    * Perhatikan pula apakah Anda sudah dpt mengatasi PMS pada siklus2 datang bulan berikutnya.

Hmmm...Bole ya dicoba...Sapa tau Gak ada lagi tuh yg namanya PMS....hihi...